Haiii guys, kembali lagi di blogku, mudah-mudahan kalian gak bosen ya sama blog ini. Okayy, kali ini aku bakal ngebahas tentang PR, yap Pekerjaan Rumah alias Homework. Pasti udah gak asingkan, jelas dong bahkan kalian pasti udah kenal sama si PR ini.
Nah, kalo kata pepatah kan gak kenal maka gak sayang, tapi kenapa ya kita gak sayang sama si PR padahal kita udah kenal bahkan udah sering berkutat sama dia. Hmmm....pasti kalian punya alasan yang beda-beda ya kaaaannn...., aku juga. Tapi, alasan paling banyak pastiii MALASSSHH, ya kaaaannn....(aku juga sih😆). Nah, ngomong-ngomong soal PR, sebenernya PR itu perlu gak sih? Hmmm...bagaimana ya pendapat para ahli mengenai hal ini????
Dari hasil penelusuranku di google ada beberapa pendapat yang aku temuin nih, diantaranya Seorang peneliti bernama Harris Cooper melakukan penelitian terhadap PR selama 25 tahun dan dia menyimpulkan bahwa PR bisa menghancurkan siswa SD.
Lalu ada peneliti lain, Profesor Etta Kralovec dari Universitas Arizona, yang mengatakan PR memang memiliki manfaat signifikan bagi siswa SMA. Tapi manfaatnya menurun pada siswa SMP dan sama sekali tak bermanfaat bagi siswa SD.
Nah, biar kita tahu apakah PR itu perlu bagi kita atau enggak, berikut ini bakal aku kasih dampak negatif dan positif dari PR itu, yang tentu aku kutip dari google berikut ini :
Dampak Positif PR bagi Siswa
1. Siswa mampu membagi waktu secara efektif antara waktu belajar dan bermain
Adanya PR dapat menjadi pemicu bagi siswa untuk bertanggung jawab dalam mengatur waktunya. Ia akan belajar membagi waktu antara waktu bermain dan waktu belajar. Dengan demikian siswa akan menyadari betapa berharganya waktu dan tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang sia-sia.
2. Siswa dapat mereview pelajaran di sekolah
PR juga bisa menjadi bahan review pelajaran di sekolah. Siswa belajar mengingat apa yang sebelumnya ia pelajari di sekolah melalui PR yang diberikan guru, sehingga daya memori siswa akan materi tersebut menjadi kuat.
3. Mengecek pemahaman siswa terhadap apa yang dipelajari di sekolah
PR bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi siswa untuk mengetahui kemampuannya dalam memahami apa yang sebelumnya ia pelajari di sekolah.
4. PR sebagai wadah untuk mengeksplore pengetahuan siswa
Mengerjakan PR dapat memperluas pengetahuan siswa untuk menggali lebih dalam apa yang ia pelajari sebelumnya. Terkadang apa yang ada dalam tugas PR mereka adalah materi pengayaan yang pencariannya membutuhkan jawaban di luar apa yang ada dalam buku yang mereka miliki namun masih memiliki keterkaitan dengan materi.
5. Pematangan konsep untuk berpindah ke materi berikutnya.
Pematangan konsep yang diperoleh melalui pengajaran PR dapat memudahkan siswa untuk memahami materi lanjutan yang tentunya masih ada hubungannya dengan materi sebelumnya.
Dampak Negatif PR bagi Siswa
1. Stress
PR yang terlalu banyak bisa membuat siswa tertekan sehingga menyebabkan mereka tidak penyukai pelajaran tersebut. Hal itu terjadi karena mereka terlalu bosan dengan banyaknya PR yang mereka kerjakan. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Education dengan mengambil sampel 4.317 siswa pada 10 sekolah menengah favorit di California menyebutkan bahwa 56% siswa menganggap PR sebagai sumber utama stress.
2. Penurunan Kesehatan
Pedoman National Education Asociation dan National Parent-Teacher Assosiation menetapkan sebuah aturan untuk pengerjaan PR yang dinamakan dengan aturan 10 menit. Maksud dari aturan tersebut adalah waktu pengerjaan PR untuk tiap kelas adalah kelipatan10 menit. Artinya kelas 1 mempunyai waktu 10 menit untuk mengerjaan PR setiap malam, kelas dua 20 menit, sampai kelas 12 120 menit.
Jika pengerjaan PR melebihi jam tersebut dapat memberatkan siswa dan berakibat buruk bagi kesehatan siswa. Mereka menjadi kurang tidur sehingga daya tahan tubuh melemah dan mudah terserang penyakit.
3. Waktu untuk keluarga dan teman-teman lebih sedikit
Ketika mereka mempunyai banyak PR, maka semakin berkurang pula interaksi social mereka, terlebih kepada keluarga dan teman-teman mereka. Mereka menjadi terlalu fokus pada mengerjakan PR dan tidak menekuni hobi yang mereka senangi.
Nah, itulah dampak positif dan negatif dari PR. Gimana guysss, kalian setuju gak? Kalo aku sih setuju-setuju aja, emang sih beberapa dampak tersebut aku rasakan. Nah, mengenai perlu atau tidaknya PR itu, kalo menurutku sih, antara perlu dan gak perlu ya. Perlu, karena PR itu sebagai "pecut" untuk memacu siswa agar mau belajar. Apalagi orang Indonesia ya, yang tradisinya mau ngambil buku cuman karena ada PR dan ulangan (sebenernya sih, yang ini kebiasaanku juga😆😆😆). Kalo gak perlunya sih, karena menurut aku guru-guru itu ngasih PR atau tugas ke muridnya yang kadang-kadang cuman buat nambah nilai dan belum tentu PR/tugas yang dikasih itu bakalan dikerjain sama siswanya. Apa lagi yang full day school, sia-sia juga sih sebenernya ngasih PR. Tapi, kalo porsi PR yang dikasih masih sesuai sama kemampuan siswa alias nggak kebangetan banyaknya, itu mungkin bisa ngasih dampak positif. Tapi, sekarang tergantung dari diri kita pribadi juga ya.
Nah, kalo menurut kalian gimana guyssss? Perlu apa nggak sih PR itu . Tinggalkan coment kalian di bawah ya😊😊😊
Sumber dari artikel ini aku peroleh di :
https://www.websitependidikan.com/2016/11/dampak-positif-dan-negatif-pr-bagi-siswa-sekolah.html?m=1
https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160922123132-445-160251/mengapa-pr-tak-bermanfaat-bagi-siswa/
Nah, kalo kata pepatah kan gak kenal maka gak sayang, tapi kenapa ya kita gak sayang sama si PR padahal kita udah kenal bahkan udah sering berkutat sama dia. Hmmm....pasti kalian punya alasan yang beda-beda ya kaaaannn...., aku juga. Tapi, alasan paling banyak pastiii MALASSSHH, ya kaaaannn....(aku juga sih😆). Nah, ngomong-ngomong soal PR, sebenernya PR itu perlu gak sih? Hmmm...bagaimana ya pendapat para ahli mengenai hal ini????
Dari hasil penelusuranku di google ada beberapa pendapat yang aku temuin nih, diantaranya Seorang peneliti bernama Harris Cooper melakukan penelitian terhadap PR selama 25 tahun dan dia menyimpulkan bahwa PR bisa menghancurkan siswa SD.
Lalu ada peneliti lain, Profesor Etta Kralovec dari Universitas Arizona, yang mengatakan PR memang memiliki manfaat signifikan bagi siswa SMA. Tapi manfaatnya menurun pada siswa SMP dan sama sekali tak bermanfaat bagi siswa SD.
Nah, biar kita tahu apakah PR itu perlu bagi kita atau enggak, berikut ini bakal aku kasih dampak negatif dan positif dari PR itu, yang tentu aku kutip dari google berikut ini :
Dampak Positif PR bagi Siswa
1. Siswa mampu membagi waktu secara efektif antara waktu belajar dan bermain
Adanya PR dapat menjadi pemicu bagi siswa untuk bertanggung jawab dalam mengatur waktunya. Ia akan belajar membagi waktu antara waktu bermain dan waktu belajar. Dengan demikian siswa akan menyadari betapa berharganya waktu dan tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang sia-sia.
2. Siswa dapat mereview pelajaran di sekolah
PR juga bisa menjadi bahan review pelajaran di sekolah. Siswa belajar mengingat apa yang sebelumnya ia pelajari di sekolah melalui PR yang diberikan guru, sehingga daya memori siswa akan materi tersebut menjadi kuat.
3. Mengecek pemahaman siswa terhadap apa yang dipelajari di sekolah
PR bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi siswa untuk mengetahui kemampuannya dalam memahami apa yang sebelumnya ia pelajari di sekolah.
4. PR sebagai wadah untuk mengeksplore pengetahuan siswa
Mengerjakan PR dapat memperluas pengetahuan siswa untuk menggali lebih dalam apa yang ia pelajari sebelumnya. Terkadang apa yang ada dalam tugas PR mereka adalah materi pengayaan yang pencariannya membutuhkan jawaban di luar apa yang ada dalam buku yang mereka miliki namun masih memiliki keterkaitan dengan materi.
5. Pematangan konsep untuk berpindah ke materi berikutnya.
Pematangan konsep yang diperoleh melalui pengajaran PR dapat memudahkan siswa untuk memahami materi lanjutan yang tentunya masih ada hubungannya dengan materi sebelumnya.
Dampak Negatif PR bagi Siswa
1. Stress
PR yang terlalu banyak bisa membuat siswa tertekan sehingga menyebabkan mereka tidak penyukai pelajaran tersebut. Hal itu terjadi karena mereka terlalu bosan dengan banyaknya PR yang mereka kerjakan. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Education dengan mengambil sampel 4.317 siswa pada 10 sekolah menengah favorit di California menyebutkan bahwa 56% siswa menganggap PR sebagai sumber utama stress.
2. Penurunan Kesehatan
Pedoman National Education Asociation dan National Parent-Teacher Assosiation menetapkan sebuah aturan untuk pengerjaan PR yang dinamakan dengan aturan 10 menit. Maksud dari aturan tersebut adalah waktu pengerjaan PR untuk tiap kelas adalah kelipatan10 menit. Artinya kelas 1 mempunyai waktu 10 menit untuk mengerjaan PR setiap malam, kelas dua 20 menit, sampai kelas 12 120 menit.
Jika pengerjaan PR melebihi jam tersebut dapat memberatkan siswa dan berakibat buruk bagi kesehatan siswa. Mereka menjadi kurang tidur sehingga daya tahan tubuh melemah dan mudah terserang penyakit.
3. Waktu untuk keluarga dan teman-teman lebih sedikit
Ketika mereka mempunyai banyak PR, maka semakin berkurang pula interaksi social mereka, terlebih kepada keluarga dan teman-teman mereka. Mereka menjadi terlalu fokus pada mengerjakan PR dan tidak menekuni hobi yang mereka senangi.
Nah, itulah dampak positif dan negatif dari PR. Gimana guysss, kalian setuju gak? Kalo aku sih setuju-setuju aja, emang sih beberapa dampak tersebut aku rasakan. Nah, mengenai perlu atau tidaknya PR itu, kalo menurutku sih, antara perlu dan gak perlu ya. Perlu, karena PR itu sebagai "pecut" untuk memacu siswa agar mau belajar. Apalagi orang Indonesia ya, yang tradisinya mau ngambil buku cuman karena ada PR dan ulangan (sebenernya sih, yang ini kebiasaanku juga😆😆😆). Kalo gak perlunya sih, karena menurut aku guru-guru itu ngasih PR atau tugas ke muridnya yang kadang-kadang cuman buat nambah nilai dan belum tentu PR/tugas yang dikasih itu bakalan dikerjain sama siswanya. Apa lagi yang full day school, sia-sia juga sih sebenernya ngasih PR. Tapi, kalo porsi PR yang dikasih masih sesuai sama kemampuan siswa alias nggak kebangetan banyaknya, itu mungkin bisa ngasih dampak positif. Tapi, sekarang tergantung dari diri kita pribadi juga ya.
Nah, kalo menurut kalian gimana guyssss? Perlu apa nggak sih PR itu . Tinggalkan coment kalian di bawah ya😊😊😊
Sumber dari artikel ini aku peroleh di :
https://www.websitependidikan.com/2016/11/dampak-positif-dan-negatif-pr-bagi-siswa-sekolah.html?m=1
https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160922123132-445-160251/mengapa-pr-tak-bermanfaat-bagi-siswa/







Perlu sih tapi harus liat sikon juga biar ga terlalu terbebani apalagi yang full day school pasti bakal kek kerepotan bnget blom lagi hari ini di kasi tugas dan besok di kumpulin pastinya kan kita sebagai siswa harus pinter2 banget ngatur waktunya
BalasHapusTydac perlu, q syudah duegh
BalasHapus